Sabtu, 19 April 2014

Penonton Diharap Diam

     Hari ini aku berdiam diri dikurungan kecil yang berantakan biasa ku sebut dengan kamar ,sekian banyak buku - buku yang berserakan dikamarku ni aku masih memikirkan dirimu yang jauh disana , disini aku kangen akan senyummu , candaanmu , manyunanmu , manjaanmu dan kejahilanmu . kejahilanmu terkadang bikin bedmood sih hehe terkadang .
     Sering kali orang - orang disekitarku berkata bahwa kita tak kan mungkin bersama , tapi aku hanya menjawab ocehan itu dengan senyuman dan berkata "Biarkan kami yang menjalani semua ini karna kami yang tau apa yang sedang terjadi selama ini, kalian hanya penonton jadi nikmatilah cerita cinta kami" aku tak peduli dengan perkataan mereka tentang dirimu karna aku tidak melihat kamu dari sisi itu , karna aku melihat dirimu begitu sempurna , kesempurnaan itu terlihat saat kita bersama .
     aku juga tidak peduli tentang kedekatan kita yang semakin hari semakin tak jelas ini , kedekaan kita kian hari kian tak bisa ku pahami , aku tau kau ada disampingku bersamaku tapi seakan berjauhan meskipun dekat , seakan hilang waaupun telah ditemukan . aku kurang tau pasti kesalahan ini disebut apa ? aku hanya lelaki yang tak tau ini itu hanya tau mencintaimu . ketika pertama kali masuk SMA dan bertemu denganmu , kemudian menatap matamu, mengetahui namamu dan semua ketidak sengajaan itu berlanjut kepada percakapan intens yang membuatku takut kehilangan . ketika semua berawal dari kesedehanaan itu , aku tau semua akan berlanjut dan mungkin mempunyai akhir yang tak pasti .
     Sekarang setelah menunggu selama dua bulan lebih , hubungan kita seakan tak bergerak sama sekali , kita berjalan dan berpindah tapi seakan berputar ditempat yang sama . aku tak peduli dengan perubahan sikap dari mu yang semakin sulit kutoleransi , kamu yang selalu hilang ketika aku butuhkan , kamu yang membalas pesan singkatku dengan karakter yang bisa aku hitung dengan jemari jemariku . pada awalnya aku tak peduli pada peraaan , status , dan cemoohan orang lain tentang hubungn kita . perkataan perkataan bodoh dan penilaian negatif bahwa kita tak akan mungkin bersama . aku tetap menutup telinga dan tetep berusaha memelukmu dalam banyang - banyang , peluk hangat yang mungkin tak akan pernah kurasakan lagi .
     Dua bulan , sayang aku berusaha tak peduli pada ocehan mereka , pada datang dan pergimu , pada rasa takut yang selama ini menghantuiku , tapi setiap kunikmati wajahmu dari kejauhan , setiap kunikmati aroma tubuhmu yang berdiri disampingku pada saat acara acara tertentu . setiap kulihat wajahmu saat berbicara bersama temanmu , den terkadang kudengar kabar bahwa kau dekat dengan orang lain , rasanya aku ingin berhenti saja mencintaimu dan amnesia pada hubungan kita yang sudah terjalin selama satu setengah tahun ini .
     Semakin aku tak peduli , semakin aku berusaha menjauh , namun semakin aku tak peduli dan ingin menjauh , semakin aku takut kehilangaan kamu .
dari cowok gila
yang egois nomer satu
bodoh no satu
yang tolol karnamu
dan yang dia tau
hanya mencintaimu